Komponen Sistem Teknologi Informasi adalah suatu alat yang
terkoneksi dalam suatu sistem Informasi Teknologi yang digunakan untuk menerima
input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data[1]
Komponen-komponen
Sistem Teknologi Informasi :
1.
Hardware atau Perangkat Keras.
Hardware terdapat tiga macam komponen standar yaitu input,
output dan jaringan. Dimana semua komponen tersebut dapat dihubungkan dengan
hardware. Komponen input terdiri dari, mouse, keyboard, alat penunjuk,
joystick, bar core reader, gamepad dan lainnya. Komponen output seperti,
printer, monitor, speaker, LC/projector, headset dan lainnya. Sedangkan
komponen jaringan berupa modem dan kartu network.
2.
Software atau Perangkat Lunak.
Software merupakan sebuah aplikasi atau sistem yang berada
didalam hardware yang biasanya berfungsi untuk mengoperasikan suatu aplikasi
dalam hardware. Software bentuknya bermacam-macam, ada yang berbentuk program
seperti java programming, dan ada juga yang berbentuk aplikasi seperti browser
yang digunakan untuk melakukan browsing secara internet.
3.
Basis Data.
Basis data merupakan suatu pengorganisasian sekumpulan data
yang saling terkait sehingga mempermudah pencarian informasi. Di bagian basis
data terdapat penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan
didalamnya, penjelasan tersebut disebut skema. Skema tersebut menggambarkan
objek yang mewakili basis data dan hubungan dari objek tersebut. Ada beberapa macam model basis data
yaitu model rasional, yang memiliki semua informasi dalam bentuk tabel yang
saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom. Serta ada
model hierarkis dan model jaringan.
4. Prosedur
yang merupakan suatu kumpulan aturan yang digunakan untuk mewujudkan suatu
pemprosesan data sehingga menghasilkan
output.
5.
Brainware yang merupakan otak dari kita sendiri. Brainware adalah kemampuan
individual dalam melakukan pengolahan.
B.
Klasifikasi Teknologi
Informasi.
Sistem
informasi merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen
lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang
terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat di
klasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya :
1.
Komputer berdasarkan penggunanya.
a. Special Purpose Computer.
Special
Purpose Computer berarti komputer untuk keperluan khusus. Komputer ini
dirancang hanya untuk menyelesaikan masalah tertentu. Perangkat yang ada dalam
komputer ini baik komponen input,
output, pemprosesan serta softwarenya telah dirancang untuk keperluan tersebut.
Biasanya software yang mengendalikan proses sudah terdapat dalam sistem.
Contohnya seperti computer yang digunakan pada supermarket.
b. General Purpose Computer.
Merupakan komputer yang dibuat untuk keperluan
secara umum, sehingga komputer tersebut dapat digunakan untuk mengerjakan
berbagai macam pekerjaan sesuai dengan pekerjaan dan usernya. Salah satu contohnya
adalah Personal Komputer[2]
2.
Komputer berdasarkan data yang
diolahnya.
Berdasarkan data atau sinyal
yang diolah, Teknologi Informasi dapat diklasifikasikan menjadi :
a. Komputer Analog.
Digunakan untuk mengolah data yang sifatnya
berkelanjutan (continous), bukan merupakan data angka, melainkan dalam
bentuk fisik seperti arus listrik, temperature, kecepatan, tekanan dan
lain-lain. Output komputer analog biasanya berupa pengaturan atau pengendalian
sebuah mesin. Komputer ini banyak digunakan pada pengendalian industri kimia,
pembangkit listrik, penyulingan minyak atau rumah sakit memantau denyut
jantung. Kelebihan komputer ini adalah kecepatan yang dimilikinya dalam
menerima data dalam besaran fisik dan langsung mengolah data tersebut tanpa
harus melalui proses konversi. Kekurangan yang dimilikinya
terletak pada ketepatan yang dimilkinya masih lebih rendah dibanding jenis
komputer digital.
b.
Komputer Digital.
Digunakan untuk mengolah data berupa angka atau huruf. Jenis
computer ini bisa digunakan untuk bisnis dan teknik, contohnya PC yang banyak
digunakan oleh orang. Keunggulan komputer digital adalah tingkat ketepatannya
yang lebih tinggi dibanding komputer analog,
dapat menyimpan data, dapat melakukan operasi logika, data yang disimpan
dapat dikoreksi, output yang dihasilkan berupa angka, huruf, grafik atau
gambar.
c.
Komputer Hybrid.
Merupakan kombinasi dari komputer analog dan komputer digital.
Karena digunakan untuk aplikasi khusus, diperlukan komputer yang lebih cepat
dari komputer analog dan lebih tepat dari komputer digital.
3.
Komputer Berdasarkan Ukurannya.
Saat ini ukuran fisik sebuah komputer tidak dapat
dijadikan cerminan kapasitas dan kemampuannya. Ukuran komputer mikro bahkan
notebook saat ini melebihi kemampuan dan kecepatan komputer mini yang ada pada
tahun 70-an. Perbandingan dapat saja dilakukan tetapi sesuai pada masa dan
generasi yang sama. Selain bentuk fisik sebuah komputer, kemampuannya dapat diukur
dari kapasitas memori, kapasitas penyimpanan (harddisk), dan kecepatan prosesor
yang dimilikinya.
Untuk itu berdasarkan ukurannya komputer dapat
dibedakan atas komputer super (super computer), komputer besar (large
computer), komputer menengah (medium computer), komputer kecil (small
computer), komputer mini (mini computer), dan komputer mikro (micro
computer). Semakin besar ukuran komputer semakin besar kapasitas memorinya,
kapasitas penyimpanannya, jumlah prosesornya[3]
a.
Super Komputer.
Adalah
komputer yang memiliki kecepatan paling cepat. Bisa digunakan untuk menangani
aplikasi yang melibatkan perhitungan kompleks, misalkan untuk peramalan cuaca
dan peancangan roket.
b.
Komputer Besar.
Merupakan komputer yang digunakan pada
perusahaan dalam skala besar untuk menangani pemprosesan data dengan volume
sangat besar.
c.
Komputer Menengah.
Komputer
jenis ini dapat mempunyai bermacam-macam alat output dan input. Biasanya
komputer ini digunakan untuk komunikasi data dengan ratusan hingga ribuan
terminal yang terpisah dari computer pusatnya.
d.
Komputer Kecil.
Komputer
jenis ini banyak digunakan untuk multiprogramming, multiprocessing dan virtual
storage.
e.
Komputer Mini.
Komputer
jenis ini biasa digunakan pada perusahaan skala menengah sebagai server.
Komputer ini bersifat multiuser. Sebuah komputer mini dapat mempunyai beberapa
terminal yang dapat digunakan bersama sama. Tiap terminal dapat ditempatkan
terpisah dengan komputer pusatnya.
f.
Komputer Mikro.
Komputer
mikro adalah komputer personal yang umumnya single user atau stand alone.
g.
Microcontroller.
Microcontroller merupakan mikro prosesor khusus yang
berukuran kecil yang bisa dipasang pada peralatan elektronis cerdas, seperti
mobil dan lift. Mikroprosesor ini membuat peralatan dapat deprogram.
KESIMPULAN
Dari
makalah ini dapat menarik suatu kesimpulan bahwa :
1. Sistem Informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem
yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang
bertujuan menghasilkan informasi dalam suatu bidang tertentu.
2. Tujuan
dari suatu sistem informasi adalah menciptakan suatu wadah komunikasi yang
efisien dalam bidang bisnis.
3. Sistem
komputer digunakan sesuai dengan tingkatan dan ukurannya.
4.
Sistem informasi berbasis internet merupakan
sistem informasi yang memanfaatkan secara maksimal kegunaan dari komputer dan
juga jaringan computer.
DAFTAR PUSTAKA
Pagurawan,
komponen sistim teknologi informasi, (http://pagurawan.wordpress.com/computer-2/komponen-sistim-teknologi-informasi/).
Ismant, klasifikasi
atau pengelompokan computer, (http://ismant0.wordpress.com/2012/11/21/klasifikasi-atau-pengelompokan-komputer/)
Faisal, Klasifikasi Sistem Informasi, (http://www.scribd.com/doc/54599057/Klasifikasi-sistem-informasi)
[1]Pagurawan,
komponen sistim teknologi informasi, ( http://pagurawan.wordpress.com/computer-2/komponen-sistim-teknologi-informasi/)
[2] Ismant, klasifikasi
atau pengelompokan computer, (http://ismant0.wordpress.com/2012/11/21/klasifikasi-atau-pengelompokan-komputer/)
[3] Aa
Fonix, Klasifikasi Teknologi Informasi, (http://aafonix.student.umm.ac.id/category/teknologi-informasi/klasifikasi-teknologi-informasi/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar