A. Definisi
Psikologi Pendidikan.
Witherington dalam bukunya Educational Psyhchology
terjemahan M.Buchori (1978) memberikan definisi Psikologi Pendidikan sebagai A
systematic study of the process and factors involved in the educational of
human being is called educational psychology, yakni bahwa psikologi
pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang
berhubungan dengan pendidikan manusia.
Dalam definisi tersebut, para ahli banyak mengungkapkan bawa
kata-kata proses belajar atau mengajar diatas memiliki makna yang masih
abstrak, sehingga akan lebih pas jika diganti dengan manusia yang belajar atau
mengajar. Karena, jika kita mengamati seorang siswa yang sedang berfikir untuk
memecahkan soal matematika misalnya, maka yang kita pelajari sesungguhnya
adalah siswa tersebut, bukan prosesnya, karena proses memikirkan masalah
matematika tersebut tidak mungkin dapat kita pelajari secara langsung.
Jadi
menurut saya pada definisi ini, dijelaskan bahwa psikologi pendidikan adalah
ilmu yang sistematis yang membahas tentang proses dan faktor yang yang
berhubungan dengan penerapan dan perilaku manusia untuk usaha kependidikan.
B. Manfaat
dari Belajar Psikologi Pendidikan.
Manfaat dari
belajar psikologi pendidikian, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Untuk
memilih strategi dan metode pembelajaran.
2. Untuk
menciptakan pembelajaran yang kondusif didalam kelas.
3. Dapat
memberi bimbingan dan pengarahan kepada siswa.
4. Dapat
mengevaluasi hasil pembelajaran.
5. Dapat
memahami perbedaan siswa atau seseorang.
6. Dapat
mengetahui karakteristik seseorang.
C. Metode
mempelajari Psikologi Pendidikan.
Menurut saya, metode yang memudahkan saya mempelajari psikologi pendidikan adalah dengan menggunakan metode Kuesioner dan Studi Kasus. Karena, dengan menggunakan metode kuesioner saya mendapatkan sampel yang lebih banyak, selain itu juga metode kuesioner dalam riset sosial termasuk bidang psikologi pendidikan relative lebih menonjol dibandingkan dengan metode-metode lainnya. Keuntungan dan kemudahan dari menggunakan metode ini diantaranya adalah :
Menurut saya, metode yang memudahkan saya mempelajari psikologi pendidikan adalah dengan menggunakan metode Kuesioner dan Studi Kasus. Karena, dengan menggunakan metode kuesioner saya mendapatkan sampel yang lebih banyak, selain itu juga metode kuesioner dalam riset sosial termasuk bidang psikologi pendidikan relative lebih menonjol dibandingkan dengan metode-metode lainnya. Keuntungan dan kemudahan dari menggunakan metode ini diantaranya adalah :
1. Dapat
mengetahui karakteristik pribadi siswa (seperti nama, jenis kelamin)
2. Dapat
mengetahui latar belakang keadaan siswa (seperti latar belakang keluarga,
pendidikan, dsb)
3. Dapat
mengetahui perhatian siswa terhadap mata pelajaran tertentu.
4. Dapat
mengetahui faktor pendorong dan penghambat siswa dalam mengikuti pelajaran.
5. Dapat
mengetahui pengaruh aplikasi mata pelajaran tertentu dalam kehidupan siswa
sehari-hari.
Selain dari keunggulan menggunakan metode kuesioner, metode
studi kasus juga memiliki keunggulan tersendiri, yaitu memungkinkan mendapatkan
data-data fakta yang lebih akurat, karena metode ini dilaksanakan secara
langsung ditempat atau kepada orang yang bersangkutan.
Menurut saya, hal yang menyenangkan dalam mempelajari materi
pertumbuhan dan perkembangan yaitu kita dapat mengetahui atau menilai
karakteristik seseorang termasuk diri sendiri, dilihat dari seberapa besar
perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi pada diri seseorang, mulai dari sejak
ia lahir sampai ia dewasa. Dari hasil
penilaian tersebut, kita dapat mempelajari suatu hal, yaitu bagaimana pengaruh
faktor-faktor internal dan eksternal dalam mempengaruhi tingkat perkembangan
dan pertumbuhan kita sejak dini hingga saat ini. Selain itu, setelah kita mengetahui
dan mempelajari itu semua, kita bisa lebih memperbaiki diri dengan menutupi
kekurangan yang ada dan menambahkan kelebihan yang ada pada diri masing-masing.
E.
Teori Belajar.
Teori belajar kognitif dikembangkan oleh Ausubel, Bruner dan
Gagne. Dalam teori belajar ini berpendapat bahwa tingkah laku seseorang tidak
hanya dikontrol oleh reward dan reinforcement. Mereka adalah para
ahli jiwa aliran kognitif. Menurut mereka, tingkah laku seseorang senantiasa
didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana
tingkah laku itu terjadi. Dalam situasi belajar, seseorang terlibat langsung
dalam situasi tersebut dan memperoleh insight atau pengetahuan untuk
pemecahan masalah.
Jadi
kaum kognitif berpendapat bahwa tingkah laku seseorang bergantung kepada
pengetahuan terhadap hubungan-hubungan yang ada didalam suatu situasi.
Lewin berpendapat, bahwa tingkah laku merupakan hasil
interaksi antar kekuatan-kekuatan, baik yang dari dalam diri individu seperti
tujuan, kebutuhan, tekanan kejiwaan, maupun dari luar diri individu seperti
tantangan dan permasalahan. Menurut Lewin, belajar berlangsung sebagai akibat
dari perubahan dalam struktur kognitif. Perubahan struktur kognitif itu adalah
hasil dari dua macam kekuatan satu dari struktur medan kognisi itu sendiri,
yang lainnya dari kebutuhan dan motivasi internal individu. Lewin memberikan
peranan yang lebih penting pada motivasi daripada reward.
Menurut saya,
teori belajar kognitif ini memang berada diatas teori-teori belajar yang lain,
karena dalam teori belajar merupakan aktivitas yang merupakan proses berfikir yang
sangat kompleks.
F.
Intelligence.
1.
Super & Cities mengemukakan definisi
inteligensi sebagai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan atau belajar
dari pengalaman.
2.
Garrett (1946) mengemukakan definisi inteligensi
seridaknya mencakup kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk pemecahan masalah
yang memerlukan pengertian serta menggunakan simbol-simbol.
3.
Bischof seorang psikolog Amerika (1954)
mendefinisikan inteligensi ialah kemampuan untuk memecahkan segala jenis
masalah.
4.
Heidentich (1970), inteligensi menyangkut
kemampuan untuk belajar dan menggunakan apa yang telah dipelajari dalam usaha
penyesuaian terhadap situasi-situasi yang kurang dikenal, atau dlam pemecahan
masalah-masalah.
Berikut adalah
bagian-bagian dari multiple inteligensi :
Menurut saya, inteligensi yang dominan saya miliki adalah logical match,
karena saya merasa lebih mudah menangkap pelajaran yang menggunakan angka-angka,
walaupun jurusan saya berada dijurusan yang tidak terlalu mengedepankan match,
tetapi saya tetap bisa mengembangkannya melalui mengajar pelajaran matematika,
atau memperdalam mata kuliah akuntansi yang didalamnya juga terdapat angka dan
hitung-hitungan.
Motivasi menurut Sumardi Subrata adalah keadaan yang terdapat dalam diri
seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian
suatu tujuan.
Sementara itu Gates dan kawan-kawan mengemukakan bahwa motivasi adalah
suatu kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang
mengatur tindakannya dengan cara tertentu.
Menurut Greenberg motivasi adalah proses membangkitkan, mengarahkan, dan
memantapkan perilaku arah suatu tujuan.
Dari tiga definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah
kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang
mendorongnya untuk melakukahn aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan
(kebutuhan).
Motivasi internal yang mempengaruhi saya belajar pada jurusan manajemen
pendidikan diantaranya adalah : semangat saya untuk mengetahui lebih dalam
tentang hakikat pendidikan, sebagai jembatan untuk menggapai cita-cita keluarga
saya mendirikan yayasan/lembaga pendidikan.
Motivasi eksternal
yang mempengaruhi saya belajar pada jurusan manajemen pendidikan diantaranya
adalah : adanya dorongan atau dukungan dari orangtua, adanya dukungan dari
rekan-rekan atau teman-teman saya.
H. Teori
Belajar.
![]() | |
Teori belajar
yang paling saya sukai adalah teori belajar kognirif, karena kenapa? Menurut saya,
teori ini sangat cocok dengan jurusan saya, dengan didasari dengan pengetahuan
faktual yang empiris saya dapat mempelajari dan memahami materi-materi mata kuliah
yang ada pada jurusan saya, yaitu jurusan Manajemen Pendidikan. Karena pada
jurusan saya terdapat mata kuliah yang mengharuskan saya berpendapat
berdasarkan data empiris dan sesuai dengan data autentiknya.
Teori belajar kognitif itu sendiri
melibatkan proses belajar yang begitu kompleks. Teori ini berpandangan bahwa
belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan
informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya.
I.
Aliran Guru Behaviorisme.
Guru
yang menggunakan paradigma behaviourisme biasanya mempunyai ciri sebagai
berikut :
1. Menyusun
bahan pelajaran yang sudah siap sehingga tujuan npembelajaran yang dikuasai
siswa disampaikan secara utuh oleh guru.
2. Guru
tidak hanya memberi ceramah tetapi juga contoh-contoh. Bahan pelajaran disusun
hierarki dari yang sederhana sampai yang kompleks.
3. Hasil
dari pembelajaran dapat diukur dan diamati, kesalahan dapat diperbaiki. Hasil
yang diharapkan adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan
Salah satu model
pendidikan terbuka mencakup konsep mengajar guru yang fasilitatif yang
dikembangkan Rogers diteliti oleh Aspy dan Roebuck pada tahun 1975 mengenai
kemampuan para guru untuk menciptakan kondisi yang mendukung yaitu empati,
penghargaan dan umpan balik positif. Ciri-ciri guru yang fasilitatif
adalah :
1.
Merespon perasaan siswa
2.
Menggunakan ide-ide siswa untuk
melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
3.
Berdialog dan berdiskusi dengan siswa
4.
Menghargai siswa
5.
Kesesuaian antara perilaku dan
perbuatan
6.
Menyesuaikan isi kerangka berpikir
siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa)
7.
Tersenyum pada siswa
Pendekatan mengajar
yang humanis adalah mengakui, menghargai dan menerima siswa apa adanya, tidak
membodoh-bodohkan siswa, terbuka menerima pendapat dan pandangan siswa tanpa
menilai atau mencela, terbuka untuk komunikasi dengan siswa, dan tidak hanya
menghargai potensi akademik, memberi keamanan psikologis, memberi pengalaman sukses kepada siswa; untuk
aktivitas-aktivitas kreatif guru tidak banyak memberikan aturan, menceritakan pengalaman, menulis cerita,
menghargai usaha, imaginasi, fantasi dan inovasi siswa, stimulasi banyak buku
bacaan, dan memberikan aktivitas brainstorming.
Borton (dalam Roberts, 1975) lebih lanjut menjelaskan
beberapa karakteristik peran pendidik
humanistik disamping perhatian terhadap perasaan siswa “disini dan kini”, yaitu
:
1.
Guru memfasilitasi siswa mempelajari
dirinya sendiri, memahami perasaan dan tindakan yang dilakukannya.
2.
Guru mengenali harapan dan imajinasi
siswa sebagai bagian penting dari kehidupan siswa dan memfasilitas proses
saling bertukar perasaan.
3.
Guru memperhatikan bahasa ekspresi non
verbal, seperti gesture dan suara. Melalui ekspresi non verbal ini beberapa
keadaan perasaan dan sikap dikomunikasikan oleh siswa.
4.
Guru menggunakan permainan,
improvisasi, dan bermain peran sebagai cara untuk menstimulasi perilaku yang
dapat dipelajari dan diubah.
5.
Guru memfasilitas belajar dengan
menunjukkan secara eksplisit tentang bagaimana prinsip-prinsip dasar dinamika
kelompok sehingga siswa dapat lebih bertanggung jawab untuk mendukung belajar
mereka.
DAFTAR
PUSTAKA
Dalyono.
Psikologi Pendidikan. Jakarta :
Rineka Cipta. 2007
Djaali.
Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bumi
Aksara. 2014
Syah
Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : Remaja
Rosdakarya. 2010
Rina
Apriyani
www.rinaapriyani.blogspot/2012/12/psikologi-perkembangan.html.
Diambil pada Jum’at 24 April 2015






